BEIJING – Petugas penyelamat China berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan lebih dari 40 pekerja tambang yang terjebak di tambang di dua wilayah yang berbeda. Para pekerja tersebut sebelum dilaporkan terjebak karena banjir yang memenuhi tambang itu.

Pada tambang yang berada di wilayah Guangxi, 19 pekerja tambang diketahui terjebak akibat air yang memenuhi tambang batubara di Kota Heshan. Tiga jasad berhasil dievakuasi dari lokasi tambang.

“Tingkat kelembaban gas beracun yang berada di tambang terus meningkat. Kami harus bergegas guna menghindari kemungkinan tambang akan rubuh,” ungkap seorang petugas penyelamat seperti dikutip Xinhua, Senin (4/7/2011).

Sementara sebelumnya juga dilaporkan bahwa 23 orang pekerja tambang dilaporkan terjebak di tambang batubara yang terletak di Provinsi Guizhou. Saat ini para tim penyelemat bekerja keras untuk memompa air yang memenuhi tambang tempat mereka bekerja.

Sebelumnya kedua tambang batubara ini terus dibanjiri oleh air saat hujan deras melanda di wilayah kedua tambang. Sempat volume air menyusut di dalam tambang, namun tiba-tiba saja air kembali bertambah akibat siraman air hujan yang kembali datang.

Akibat insiden ini, Kepala Keamanan Kerja wilayah Guizhou Li Shangkuan bersumpah untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan tambang ini.